Home > Media > Press Release
    PRESS RELEASE

PTDI IKUT SERTA DALAM INDONESIA BUSINESS AND DEVELOPMENT (IBD) EXPO 2016 UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING GLOBAL

08 September 2016 | 10:17

SIARAN PERS
Bandung, 08 September 2016 – Humas PT DI

Pada hari ini, kamis tanggal 08 September 2016, Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2016 resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Menteri BUMN, Rini Soemarno beserta Jajaran Direksi BUMN dan BUMD seluruh Indonesia. Kementerian BUMN menjadi tuan rumah Indonesia Business & Development (IBD) Expo 2016, acara tersebut berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, yang akan berlangsung dari tanggal 08-11 September 2016. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 118 perusahaan dengan 700 anak perusahaan dan BUMD sekitar 1.100 perusahaan.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) turut berperan serta dan tampil dalam acara rutin tahunan ini dalam upaya perluasan pemasaran dan peningkatan penjualan berbagai produk dan jasa kepada pemerintah dan pelaku usaha nasional serta dalam rangka peningkatan daya saing global. Booth PTDI berada di Hall B No. 62, yang di dalamnya terdapat N219 Cockpit Demonstrator dan pesawat model CN235. Simulator N219 merupakan daya tarik utama dari booth yang disiapkan oleh PTDI, karena pengunjung dapat mencoba mengemudikan pesawat N219 dan merasakan pengalaman terbang layaknya terbang langsung dengan pesawat N219. Pesawat N219 juga ada di booth Best Innovation Product, sebagai produk yang inovatif yang dihasilkan oleh putra putri terbaik bangsa.

Penyelenggara pameran ini adalah NPNC (National Publishing & News Corporation) yang merupakan sinergi BUMN antara Perum LKBN Antara (Perum LKBN Antara), PT Balai Pustaka (Persero), Perusahaan Umum Percetakan Republik Indonesia (Perum PNRI), dan Perusahaan Umum Negara Produksi Film (Perum PFN). Tema untuk IBD Expo 2016 adalah "BUMN sebagai Agen Pembangunan". Pameran ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan seperti upacara pembukaan, BUMN Award, pameran, konferensi internasional, berbagai seminar, PKBL Pitching, dll. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 71 tahun Hari Kemerdekaan Indonesia yang berjudul "Bangga Mengembangkan Bangsa".

Rangkaian acara IBD Expo 2016 terdiri dari forum bisnis dan pameran nasional dan internasional sebagai sarana promosi, interaksi, edukasi, negosiasi dan transaksi peserta dengan mitra bisnis, konsumen dan stakeholders. BUMN yang terdiri dari 118 perusahaan dengan total asset Rp6.240 triliun dan kalangan bisnis harus mampu memanfaatkan momentum titik balik perekonomian nasional untuk menggenjot semangat kompetisinya dalam memperkuat ekonomi ASEAN.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai agen pembangunan, BUMN terlibat dalam hampir semua sektor dan bidang usaha yang ada, dan dikelompokkan menjadi enam kelompok besar, Agro dan Farmasi; Energi, Logistik, Daerah dan Pariwisata; Pertambangan, Industri Strategis dan Media; Konstruksi Infrastruktur dan Transportasi; Jasa keuangan, Survei dan Jasa Konsultasi. Sinergi antar BUMN tidak hanya membuat BUMN untuk dapat beroperasi pada skala besar di Indonesia tetapi juga untuk beroperasi secara besar-besaran di tingkat internasional dan menjadi pemain global pada waktu yang sama.

Harapan Pemerintah dengan Adanya IBD Expo 2016

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menyampaikan harapannya bahwa BUMN sebagai pemimpin ekonomi bangsa harus berperan dalam kepentingan bangsa. Kita memahami bahwa ekonomi bangsa ini mempunyai masa-masa yang berbeda-beda. Ada masa monopoli, ada masa semi monopoli, ada masa konglomerasi yang tampak di akhir tahun 90an, kemudian masa keterbukaan yang artinya perusahaan apapun harus siap dengan persaingan.
Saat ini, persaingan makin terbuka baik dari luar dan dalam, kalau zaman dulu persaingannya lebih banyak kedalam sekarang persaingan antar perusahaan juga terjadi. “Contohnya tadi bersaing dengan perusahaan swasta antara BUMN dengan BUMN, BUMN Indonesia dengan BUMN Singapore dan Malaysia, artinya persaingan itu dengan segala level terjadi dibangsa kita,” imbuh Jusuf Kalla dalam sambutannya. Wapres menegaskan bahwa yang akan menjadi pemenang adalah perusahaan yang menerapkan efisiensi. Efisiensi tentu juga didasari oleh profesionalisme, karena itulah maka yang hadir disini adalah yang tertinggi yang siap bertarung di medan ekonomi nasional, regional dan internasional yang siap bersaing dengan dasar ideologi dengan dasar profesionalisme dengan pasar.

Kalau tahun-tahun terakhir ini pemerintah masih sanggup memberikan keringanan BUMN untuk mendorong kemajuan ekonomi sekaligus kemajuan BUMN. Maka tahun depan justru BUMN harus membayar pajak yang lebih banyak lagi kepada ekonomi nasional, kalau tidak maka justru pasar makin sempit, ekonomi makin lambat tapi tidak semua jadi masalah. Jadi apabila kemajuan itu didukung oleh suatu dorongan kuat. Tingkat efisiensi bahwa dulu swasta dianggap lebih efisien dibanding BUMN, terbukti pada saat krisis 98 ternyata tidak benar. Lebih banyak swasta yang jatuh dibanding BUMN. Tapi tergantung siapa yang menjalankan perusahaan itu bukan siapa perusahaannya dan cara manajerial menjalankan usahanya.

Tahun-tahun yang akan datang diharapkan BUMN justru akan menambah modal negara. Sudah waktunya BUMN memberikan kontribusi yang lebih besar kalau pajak turun kontribusi BUMN juga turun. Ekonomi harus kita tarik kembali dengan upaya modal ekonomi dalam negeri dengan modal yang besar, orang, resources, dan pasar yang besar. Negara lain boleh punya modal yang besar tapi pasarnya kecil. Kita mempunyai segala-galanya untuk mewujudkan kemauan dan efisiensi. “Efisiensi adalah pondasi daripada profesionalisme, dan harapan kita semua adalah bukan jumlahnya penting tapi apa yang diberikan untuk ekonomi nasional, kita butuh keterbukaan,kita butuh persaingan, kita butuh eksport” kata Jusuf Kalla diakhir sambutannya.

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PT DI adalah perusahaan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, terletak di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. PT DI telah menyerahkan lebih dari 400 pesawat kepada 49 operator sipil dan militer, di dalam dan luar negeri. PT DI memproduksi berbagai jenis pesawat CN235 dengan type certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim, survei dan pengawas pantai.

Selain itu, PTDI juga menghasilkan berbagai pesawat terbang dengan skema produksi bersama dengan para mitra kerja strategis internasional a.l dengan Airbus Defence & Space untuk berbagai varian NC212 dan C295; dengan Airbus Helicopters untuk berbagai varian helicopter AS332, H225/H225M, AS550/555/565 dan AS350/365; dengan Bell Helicopter Textron untuk berbagai varian Bell 412. PT DI membuat dan memproduksi bagian-bagian, komponen-komponen, tools dan fixtures untuk pesawat Airbus A320/321/330/340/350/380.

PT DI melayani jasa pemeliharaan, overhaul, perbaikan, alteration, customization dan dukungan pelanggan lainnya untuk setiap produk dirgantara yang dihasilkannya, juga produk non PT DI seperti A320, Fokker100 dan Fokker27. PT DI juga sudah dikenal dengan kemampuannya dalam bidang rekayasa kedirgantaraan Antara lain melayani jasa rekayasa dan analisa serta flight simulators.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Irland Budiman   
Manager Hukum dan Humas
PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Mobile Phone    : +62811 2038 230
Office Number    : +62 22 6054167
Email : irland@indonesian-aerospace.com

Back