Home > Media > Press Release
    PRESS RELEASE

PTDI IKUT SERTA DALAM INDODEFENCE EXPO DAN FORUM 2016, PAMERAN INDUSTRI PERTAHANAN, DIRGANTARA DAN TEKNOLOGI KELAUTAN TERBESAR DI INDONESIA

01 Nopember 2016 | 11:10

SIARAN PERS
Bandung, 01 November 2016 – Humas PTDI

Pada hari rabu tanggal 02 November 2016, Indo Defence Expo dan Forum 2016 akan resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dan Menteri BUMN, Rini Soemarno beserta Jajaran Direksi BUMN. Acara tersebut berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta yang akan berlangsung dari tanggal 2-5 November 2016. Booth PTDI terletak di Indonesia Paviliun, BUMNIS Paviliun D039.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) yang menampilkan produk andalannya, seperti CN235-220, NC212i, dan juga produk terbaru karya anak bangsa N219 dan N245. PTDI juga menampilkan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) Wulung yang telah memperoleh sertifikat tipe (Type Certificate) dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) serta produk kerjasama industri dengan Airbus Helicopter dan Bell Helicopter Textron Inc diantaranya H225M (EC725 Cougar), AS332C1e, AS565MBe, H125M (AS355), dan Bell412EP.

Selain Pesawat terbang dan Helikopter PTDI juga menampilkan produk-produk senjata hasil sinergi dengan BUMN Industri strategis lainnya seperti, Rocket FFAR 2.75", RHan 122B, rocket motor RD-702 Mod.4, dan SUT Torpedo.

Bertepatan dengan penyelenggaraan Indo Defence, Aerospace, Helicopter and Marine 2016 Expo & Forum, PTDI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Implementasi Strategic Cooperation Agreement (SCA) dengan Korea Aerospace Industries (KAI), Ltd. merupakan langkah konkret PTDI menindaklanjuti Kerjasama Strategic Cooperation Agreement (SCA) yang pada tanggal 04 Desember 2015 telah ditandatangani di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Pengunjung dapat mencoba N219 Cockpit Demonstrator dan merasakan menjadi pilot dengan menerbangkan sekaligus mendaratkan N219, booth PTDI akan semakin menarik karena terdapat Kiosk (media interaktif) yang dapat menampilkan berbagai produk dan jasa yang dihasilkan PTDI.

Selain Cockpit Demonstrator N219 dan Kiosk dalam Indodefence, PTDI akan memperkenalkan produk-produk unggulan diantaranya :

1. CN235-220
Pesawat CN235 ini merupakan pesawat komuter yang memiliki kapasitas penumpang 30-40 orang yang dapat di gunakan untuk berbagai misi atau operasi, antara lain sebagai pengangkut penumpang baik sipil, VIP, VVIP maupun penerjun, pengangkut barang atau penjatuh barang dari ketinggian, patroli maritim, pembuat hujan, dan dapat pula digunakan untuk evakuasi korban. CN235-220 mampu membawa beban maksimum mencapai 4 Ton serta mampu lepas landas dan mendarat pada landasan perintis yang pendek, dimana di Indonesia masih banyak sekali bandara perintis sehingga pesawat ini bisa menjadi alternatif bagi sarana transportasi.

Pesawat terbang CN235-220 generasi terbaru buatan PTDI memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut, sistem avionik yang lebih modern, autopilot, radar pendeteksi turbulensi dan penambahan winglet di ujung sayap CN235-220. Penggunaan winglet akan membuat pesawat lebih stabil dan lebih irit bahan bakar.

CN235-220 mampu terbang dengan ketinggian maksimum 10.000m dengan kecepatan jelajah 236 ktas dan jarak jangkau 2170 nm atau lama terbang 8,55 jam pada kecepatan pesawat 150 ktas. CN235 dapat menjatuhkan muatan yang terikat di atas palet seberat 3000 kg pada ketinggian rendah untuk operasi militer dan evakuasi bencana alam.

Pesawat CN235 produk PTDI yang saat ini sudah banyak dioperasikan sejumlah negara antara lain Brunei Darussalam 1 unit, Malaysia 8 unit, Thailand 2 unit, Pakistan 5 unit, Uni Emirate Arab 7 unit, Korea Selatan 12 unit dan Indonesia sendiri sebanyak 12 unit. Saat ini PTDI tengah menyelesaikan pesanan TNI AU, TNI AL, Senegal, Vietnam, Fhilipina dan Thailand.

2. NC212i
Pesawat NC212i adalah pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan daya angkut 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang luas dikelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern, biaya operasi yang lebih rendah namun tetap kompetitif di pasar pesawat kecil. Pesawat NC212i dapat juga digunakan sebagai pembuat hujan, patroli maritim dan penjaga pantai. Pesawat generasi sebelumnya C212 berbagai seri telah digunakan lebih dari 600 unit oleh 38 negara diataranya yaitu Thailand, Filipina, Afrika Selatan, Spanyol, Uni Emirat Arab, Cili dan Meksiko.

Saat ini pesawat NC212i tersebut telah sepenuhnya dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), artinya PTDI adalah satu-satunya industri pesawat terbang di dunia yang saat ini memproduksi pesawat NC212i. Seluruh proses pembuatan pesawat tersebut telah dilakukan di Bandung pada kawasan produksi PTDI karena Airbus Defence and Space telah menyerahkan sepenuhnya fasilitas produksi ke PTDI mulai dari jig dan tools hingga pergudangannya (Slow Mover Material) yang semula berada di Spanyol telah dikirimkan seluruhnya ke PTDI.

Perbedaan konfigurasi antara NC212-400 dan NC212i ada pada Avionic, dimana NC212i telah menggunakan Digital Avionic dan telah dilengkapi Autopilot sehingga memudahkan pilot melakukan konfigurasi terbang sedangkan perbedaan dengan NC212-200 terletak pada Avionic Rack yang semula diletakkan di dalam pesawat, pesawat NC212i Avionic Rack diletakkan di bagian depan moncong pesawat sehingga dapat menambah jumlah penumpang, perbedaan lainnya pesawat NC212i menggunakan winglet untuk mengurangi hambatan udara disekitar ujung sayap dan menggunakan kaca kotak untuk menambah kenyamanan penumpang melihat keluar pesawat.

3. N219
Pesawat N219 sampai saat ini memasuki fase Engineering Manufacturing Development. Engineer PT Dirgantara Indonesia sedang mempersiapkan uji statik untuk sayap komuter 100 persen karya Anak Bangsa. Saat ini masih melakukan preparation test, menuju wing static test. Butuh waktu karena semua harus dipersiapkan secara matang dan cermat. Agar tak ada kesalahan di tengah jalan. Semua sensor, hidrolik dan rig harus di cek terlebih dahulu. Tak boleh ada yang kelebihan beban.

Bagi industri pesawat terbang manapun di dunia, wing static test adalah salah satu tahapan terpenting. Dari sini, rancangan yang semula ada di atas kertas akan dinyatakan valid memenuhi semua persyaratan. Uji tekanan terhadap sayap akan memberi jaminan, bahwa sayap akan mampu menahan semua beban yang bertumpu padanya. Mulai dari badan pesawat dan isinya, juga dua mesin yang bergantung di kedua sisi sayap.
PTDI juga tengah menyiapkan semua keperluan yang harus dipenuhi untuk pembuatan sertifikat terbang pesawat (N219 type certificate) bersama otoritas terkait, yakni Ditjen Perhubungan Udara. Diharapkan pesawat N219 bisa mendapatkan type certificate di tahun 2017 kemudian di tahun berikutnya N219 akan masuk tahapan produksi.

4. Helikopter H225M / EC725 Cougar
Sejak tahun 2008 lalu, Eurocopter telah mempercayakan PTDI sebagai mitra pengembangan produksi untuk upper dan lower fuselage serta tailboom. Kerjasama untuk pembuatan fuselage dan tailboom 125 Shipset telah terjalin dengan baik sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2019. PTDI mampu melakukan pengiriman 1 unit tailboom setiap 3 minggu sekali dan 1 unit fuselage terintegrasi setiap 10 minggu sekali.

Helikopter EC725 Cougar buatan PTDI yang bekerjasama dengan Airbus Helicopter, memiliki keunggulan yaitu :

1. Helikopter EC725 memiliki 2 mesin Turbomeca Makila 2A1 yang dapat menghemat biaya perawatan, menghemat konsumsi bahan bakar. Penggunaan 2 mesin tidak menimbulkan kepanasan yang lebih tinggi. Sehingga minimalisir risiko ditembak oleh musuh yang menggunakan pendeteksi panas.
2. Helikopter EC725 memiliki visibiltas yang sangat baik untuk melihat ke bawah dan ke samping. Helikopter ini juga dapat mendarat di landasan yang berbatu bahkan bersalju, sehingga memungkinkan untuk digunakan hingga ke pelosok negeri.
3. Helikopter EC725 dapat dipersenjatai dengan persenjataan lengkap karena tidak memiliki batasan kecepatan saat ditambahkan dengan persenjataan lengkap, telah tersertifikasi dengan sea state 6, dan memiliki pelampung di bagian bawah untuk kondisi emergency yang mengharus mendarat di laut atau perairan. Pelampung ini dapat berkembang secara otomatis pada kondisi emergency dengan kecepatan pesawat 150 knot.
4. Fuselage dan tailboom helikopter EC725 telah diproduksi di PTDI. Kostumasi sesuai spesifikasi dengan menambahkan rocket launcher, Machine Gun dan Fitur Kemananan lainnya dapat dilakukan di PTDI.

Indodefence menjadi ujung tombak pengembangan industri pertahanan, dirgantara, dan teknologi kelautan
Acara Indo Defence, Aerospace, Helicopter and Marine 2016 Expo & Forum dihadiri oleh lebih dari 750 perusahaan dari 55 negara di seluruh dunia, antara lain Jerman, India, Italia, Australia, Korea Selatan, Perancis, Turki, Amerika Serikat, Inggris Raya, Rusia, Afrika Selatan, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Belarus, Republik Ceko, Ukraina, Slovakia.

Perusahaan besar yang mengikuti acara ini antara lain Airbus, Yugoimport, Damen Schelde, SAAB, Rheinmetall , Lockheed Martin, Otokar, KAI, PT Pindad, Lundin, Sritex, SSE, Thales, Rocketsan, FNSS, Aselsan, UKTI, Denel, Avibras, UAC, Rossoboronexport, Norinco, ALIT, CETC dan masih banyak perusahaan besar di bidang penerbangan, pertahanan dan industri kelautan di Indonesia, termasuk di dalamnya PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI).

Tema untuk Indodefence 2016 adalah event yang akan menjadi ujung tombak pengembangan industri pertahanan, dirgantara, layanan keamanan, teknologi kelautan dan aplikasi di wilayah tersebut. Rangkaian acara Indodefence 2016 terdiri dari forum bisnis dan pameran nasional dan internasional sebagai sarana promosi, interaksi, edukasi, negosiasi dan transaksi peserta dengan mitra bisnis, konsumen dan stakeholders.
PTDI turut berperan serta dan tampil dalam acara rutin yang di selenggarakan dalam waktu dua tahun ini dalam upaya perluasan pemasaran dan peningkatan penjualan berbagai produk dan jasa kepada pemerintah dan pelaku usaha nasional maupun internasional serta dalam rangka pengembangan industri pertahanan dan industri dirgantara.

Event ini harus bisa dimanfaatkan sebagai momentum titik balik perekonomian nasional untuk hal ini bertujuan untuk menggenjot semangat kompetisinya dalam memperkuat ekonomi ASEAN dan mempromosikan produk PTDI kepada dunia.

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)
PT DI adalah perusahaan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, terletak di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. PT DI telah menyerahkan lebih dari 400 pesawat kepada 49 operator sipil dan militer, di dalam dan luar negeri. PT DI memproduksi berbagai jenis pesawat CN235 dengan type certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim, survei dan pengawas pantai.

Selain itu, PTDI juga menghasilkan berbagai pesawat terbang dengan skema produksi bersama dengan para mitra kerja strategis internasional a.l dengan Airbus Defence & Space untuk berbagai varian NC212 dan C295; dengan Airbus Helicopters untuk berbagai varian helicopter AS332, H225/H225M, AS550/555/565 dan AS350/365; dengan Bell Helicopter Textron untuk berbagai varian Bell 412. PT DI membuat dan memproduksi bagian-bagian, komponen-komponen, tools dan fixtures untuk pesawat Airbus A320/321/330/340/350/380.

PT DI melayani jasa pemeliharaan, overhaul, perbaikan, alteration, customization dan dukungan pelanggan lainnya untuk setiap produk dirgantara yang dihasilkannya, juga produk non PT DI seperti A320, Fokker100 dan Fokker27. PT DI juga sudah dikenal dengan kemampuannya dalam bidang rekayasa kedirgantaraan Antara lain melayani jasa rekayasa dan analisa serta flight simulators.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Irland Budiman    
Manager Hukum dan Humas
PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Mobile Phone      : +62811 2038 230
Office Number    : +62 22 6054167
Email : irland@indonesian-aerospace.com

Back