Sumbangsih BJ Habibie untuk Dunia Penerbangan BJ Habibie merupakan penemu teori keretakan pesawat yang diterapkan untuk mencegah pesawat hancur saat terbang.

Jakarta - Selain dikenal sebagai Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie juga akrab dengan dunia penerbangan. Habibie merupakan tokoh di balik teori keretakan pesawat.
Teori yang ia temukan pada dekade 60-an tersebut merupakan buah pikirannya yang mampu menyempurnakan rancang bangun pesawat, khususnya pesawat komersil agar tidak mengalami retak bodi dari dalam akibat fatique pada panel bodi dalam pesawat yang dapat mengakibatkan pesawat pecah di udara.

Teori tersebut merupakan jawaban dari kebuntuan selama 40 tahun sejarah penerbangan komersil dimulai sejak tahun 1920-an. Teorinya tersebut mendapat pengakuan dari lembaga penerbangan Eropa dan mulai diterapkan dalam pesawat-pesawat komersil terbaru saat itu seperti A300 yang diproduksi Airbus sejak tahun 1972 hingga 2006. Airbus merupakan perusahaan konsorsium penerbangan hasil kerja sama negara-negara Eropa, yakni Perancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Hasil kinerjanya di bidang aviasi kemudian ia tularkan dalam proyek pesawat nasional yang digarap PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Awalnya, niatan produksi pesawat nasional digagas Pemerintah Indonesia dalam acara Indonesia Air Show 1986 dan rancangannya diperkenalkan pada tahun 1989 dalam ajang Paris Air Show.

Pesawat yang disebut N-250 Gatotkaca tersebut merupakan jenis pesawat baling-baling dengan rute penerbangan perintis yang memiliki kapasitas 50-70 penumpang. Proyek ini kemudian berlanjut dengan ujicoba terbang perdana pada tahun 1995 di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. PT Dirgantara Indonesia kemudian melakukan ujicoba penerbangan kedua dengan pesawat N250 Krincing Wesi 1 tahun kemudian. Pesawat tersebut memiliki spesifikasi penumpang lebih banyak dibandingkan Gatot Kaca.

Namun, tindak lanjut pesawat tersebut mengalami pembatalan seiring kondisi keuangan dalam negeri pada tahun 1998 hingga 1999 yang mengalami krisis moneter. Hal tersebut membuat mimpi Habibie untuk menjual pesawat nasional harus pupus.

Setelah 23 tahun berjuang untuk kembali menerbangkan pesawat buatan dalam negeri, impian Habibie mulai terwujud melalui PT Regio Aviasi Industri, perusahaan industri pesawat terbang yang didirikan putranya, Ilham Habibie melalui produk pesawat berspesifikasi serupa dengan N250 yang dikenal dengan nama R-80.

Pesawat tersebut kemudian telah digunakan beberapa maskapai penerbangan perintis, seperti NAM Air milik Sriwijaya Air, Kalstar Aviation, dan TransAsia Airways milik Tiongkok.

Pesawat R-80 mampu terbang sejauh 400-800 mil laut (741-1482 km) dengan ketinggian jelajah mencapai 17.500 kaki.
Rancangan pesawat R-80 yang digagas PT. Regio Aviasi Industri bentukan putra BJ. Habibie, Ilham Habibie. (Foto: GNFI)

#BJ Habibie
Deddy Hutapea



Source : https://www.tagar.id/sumbangsih-bj-habibie-untuk-dunia-penerbangan

Contact Us

Contact Info

PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Jalan Pajajaran No. 154
Bandung 40174
West Java - Indonesia


Humas : pub-rel@indonesian-aerospace.com

Marketing : marketing@indonesian-aerospace.com