Awarding Day PTDI, Penghargaan Untuk Insan Terbaik Yang Berjasa di Industri Dirgantara Indonesia

SIARAN PERS

Bandung, 12 September 2018 – Humas PTDI

Pada rangkaian peringatan HUT ke-42 PTDI diselenggarakan acara “Awarding Day” sebagai puncak kegiatan yang dibuka oleh Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, bertempat di Hanggar Rotary Wing, Kawasan Produksi II PTDI, Jl. Pajajaran No. 154 Bandung.

Awarding Day diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi penghargaan kepada insan-insan terbaik yang telah berkontribusi dalam mengembangkan industri kedirgantaraan di Indonesia. Pada acara tersebut, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menjadi Keynote Speaker sekaligus memberikan simbolis penghargaan kepada para penerima award.

Dalam Awarding Day ada 2 kategori penghargaan yaitu “Inspiring Leaders” dan “Tribute to Stakeholder”, kategori penghargaan “Inspiring Leaders”, PTDI memberikan anugerah kepada Nurtanio Pringgoadisuryo, Lifetime Award to the Pioneer of PTDI sebagai tokoh perintis industri kedirgantaraan Indonesia. PTDI juga memberikan anugerah kepada Bacharuddin Jusuf Habibie, Lifetime Award to the Founding Father of PTDI, atas dukungan, prestasi dan dedikasi yang telah dipersembahkan kepada industri kedirgantaraan Indonesia serta didikan dan motivasi yang diturunkan kepada anak bangsa Indonesia.

PTDI juga memberikan 2 penghargaan lainnya, yaitu Lifetime Award for Contributing Ideas for the Company dan Lifetime Award for the Outstanding Leadership for the Company, atas kontribusi dan kesuksesan dalam melanjutkan serta memelihara keberlangsungan PTDI setelah era B.J. Habibie, keberanian dan dedikasi dalam melakukan tindakan penyelamatan untuk perusahaan, serta dedikasi dalam mengembalikan kejayaan perusahaan. Penghargaan kategori “Inspiring Leaders” diberikan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna selaku Komisaris Utama PTDI, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno dan Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro.

Selain memberikan penghargaan kategori “Inspiring Leaders”, PTDI juga memberikan penghargaan kategori “Tribute to Stakeholder”. PTDI memberikan anugerah kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Tribute to the Most Innovative for PTDI. Sedangkan Kementerian BUMN diberikan penghargaan oleh PTDI, Tribute to the Most Influencing for PTDI.

PTDI juga memberikan anugerah kepada Kementerian Pertahanan, Tribute to the Most Supportive & Dedicative for PTDI. Sedangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) diberikan penghargaan oleh PTDI, Tribute to the Best Know-How Contributor for PTDI.

PTDI juga memberikan “Recognition to Customers, Industries / Manufacturers, Aviation Authorities, dan Financial Institutions”. Hal ini menjadi bukti bahwa industri kedirgantaraan di Indonesia tidak dapat berdiri sendiri, karena membutuhkan peran dari masing-masing pihak terutama dari customer.

PTDI telah mampu mengekspor 48 unit pesawat ke berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Uni Emirat Arab, Senegal, Brunei Darussalam, Pakistan, Korea Selatan, termasuk ekspor PTDI di tahun 2018, PTDI telah melakukan serah terima 2 unit pesawat NC212i untuk Philippine Air Force dan 3 unit pesawat NC212i Military Transport untuk Vietnam Air Force.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PTDI memaparkan Kontrak Berjalan Ekspor tahun 2018-2020, PTDI memiliki Kontrak Jual Beli sebanyak 2 unit pesawat NC212i Paratroop version untuk Ministry of Agriculture, Thailand, 1 unit CN235-220 Troop & Paratroop version untuk Nepalese Army dan 1 unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft untuk Senegal Air Force.

“Potensi Ekspor PTDI tahun 2018-2019, PTDI sedang melakukan penetrasi pasar untuk pesawat CN235-220 ke negara-negara antara lain Pantai Gading, Australia, Senegal, dan Nepal. Adapun untuk pesawat NC212i, PTDI sedang melakukan penetrasi pasar ke Senegal, sedangkan Filipina sudah menyatakan kembali minatnya untuk membeli pesawat NC212i berikutnya”, kata Elfien Goentoro.

Peringatan ulang tahun ke-42 menjadikan momentum bagi PTDI untuk mencanangkan dan berkomitmen mengimplementasikan transformasi perusahaan pada tiga aspek, yakni transformasi bisnis, operasi, dan budaya.

“PTDI perlu melakukan transformasi dan meningkatkan daya saing SDMnya, dalam rangka menghadapi adanya digitalisasi dan disruption”, jelas Elfien Goentoro.

Dalam sambutannya Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro juga memaparkan kebutuhan pesawat terbang sekelas N219 di Domestic Market selama 10 (sepuluh) tahun ke depan adalah sebanyak 235 (dua ratus tiga puluh lima) unit, dan untuk International Market sebanyak 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh).

“Pesawat N219 Nurtanio sampai saat ini memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen antara lain acrylic/glass, plastik, karet dan jig, dan akan terus dikembangkan hingga mencapai 60 persen pada saat production series”, ungkap Elfien Goentoro.

Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk produk pesawat PTDI yang lain seperti CN235-220, dan NC212i sekitar 45%, helikopter Bell 412EP sekitar 20%, helikopter Super Puma NAS332C1 dan NAS332C1e sekitar 18%, dan helikopter EC725 Cougar, AS350/550/555 Fennec, AS365N3+ Dauphin, AS565 Panther, H145 dan H135 sekitar 8%.

Acara Awarding Day ini selain sebagai puncak peringatan HUT ke-42 PTDI juga merupakan apresiasi atas ide, inovasi, dukungan dan dedikasi untuk membangun dan mengembangkan industri kedirgantaraan ke arah yang lebih baik lagi. Acara Awarding Day, selain memberikan penghargaan, PTDI juga memberi bantuan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Jawa Barat dan bantuan operasional sekolah   SMA Pradita Dirgantara, Solo serta pengumuman pemenang Lomba Color Scheme N219 Nurtanio.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan, ide dan inovasi dalam mengembangkan dan memelihara keberlangsungan industri kedirgantaraan Indonesia. Harapannya kami dapat membangun dan mengembangkan industri kedirgantaraan ke arah yang lebih baik lagi”, ujar Elfien Goentoro.

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PTDI merupakan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, berlokasi di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa.

PTDI dapat memproduksi berbagai jenis pesawat terbang CN235 dalam berbagai konfigurasi misalkan konfigurasi angkut penumpang, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim, survei dan pengawas pantai termasuk untuk medical evacuation.

Selain itu, PTDI juga menghasilkan berbagai pesawat terbang dengan skema produksi bersama dengan para mitra kerja strategis internasional a.l dengan Airbus Defence & Space untuk berbagai varian NC212 dan C295; dengan Airbus Helicopters untuk berbagai varian helicopter AS332, H225/H225M, AS550/555/565 dan AS350/365; dengan Bell Helicopter Textron untuk berbagai varian Bell 412.

PTDI bekerja sama dengan LAPAN telah sukses membangun pesawat N219 dan telah sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017, pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Proses rancang bangun, pengujian, sertifikasi hingga nantinya akan dilakukan proses produksi adalah hasil karya anak bangsa. Pesawat N219 memiliki kemampuan lepas landas di landasan pendek yang tidak dipersiapkan sehingga akan menjadi konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Irland Budiman   

Manager Hukum dan Humas

PT Dirgantara Indonesia (Persero)

Mobile Phone  : 0811 2038 230

Office Number : +62 22 6054191

Email : irland@indonesian-aerospace.com



Source : Humas PTDI

Contact Us

Contact Info

PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Jalan Pajajaran No. 154
Bandung 40174
West Java - Indonesia
CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Refresh Image
Send Message