PTDI Kembali Mendapatkan Pesanan 2 Unit Helikopter AS365N3+ Dauphin dari Basarnas

SIARAN PERS

Bandung, 16 November 2018 – Humas PTDI

PTDI kembali mendapatkan pesanan 2 (dua) unit Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Kontrak pengadaan 2 (dua) unit Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin senilai Rp 523,2 Miliar ini ditandatangani oleh Direktur Niaga PTDI, Irzal Rinaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 04 Basarnas, Marsekal Pertama TNI Hanafi, S.Sos., M.Si. yang turut disaksikan oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya  TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M. di Kantor Pusat Basarnas, Jl. Angkasa No.2-3,  Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kontrak pengadaan ini merupakan yang ketiga kalinya didapatkan PTDI dari Basarnas. Sebelumnya, PTDI telah berhasil menyerahkan 4 (empat) unit Helikopter SAR Medium Class AS365 N3+ Dauphin, dengan rincian 2 (dua) unit Helikopter diserahkan pada tanggal 18 Februari 2014 dan 2 (dua) unit Helikopter diserahkan pada tanggal 15 November 2016.

Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin merupakan helikopter berukuran sedang yang telah sesuai dengan standar SAR dan Coast Guard. Helikopter ini dilengkapi dengan Hoist untuk menarik/mengevakuasi korban pada sisi pintu kanan.

Helikopter ini juga dilengkapi dengan radar cuaca, serta dilengkapi Forward Looking Infrared Camera (FLIR) untuk mendukung operasional pada segala medan dan kondisi. Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin merupakan produk kerjasama industri antara PTDI dengan Airbus Helicopters, Perancis.

Dengan ditandatanganinya kontrak pengadaan Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin membuktikan keseriusan Basarnas untuk mendukung kemajuan industri dirgantara dalam negeri dan keseriusan PTDI untuk membantu pemenuhan tugas pokok dan fungsi Basarnas demi menunjang operasi pencarian dan pertolongan.

“Kita senang sekali berpartner dengan PTDI, BUMN, punya negara juga. Kalau bukan kita yang mendukung, siapa lagi. Semoga kerja sama ini Insya Allah lanjut terus dan semakin baik. Dan mudah mudahan dengan pengadaan helikopter, kecepatan tugas-tugas yang diberikan negara kepada kita dalam rangka operasi pencarian dan pertolongan jadi ada manfaatnya dan semakin baik, Basarnas semakin dikenal dan  PTDI semakin maju. Agar PTDI dapat melaksanakan dan menyerahkan kedua helikopter tersebut sesuai ketentuan dalam Kontrak" ungkap Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M.

Keunggulan Helikopter Medium Intermediate Class AS365 N3+ Dauphin

Helikopter Medium Intermediate Class AS365 N3+ Dauphin yang dibeli oleh Basarnas, memiliki keunggulan yaitu :

  1. Mampu terbang di lingkungan panas ataupun lembab serta mampu bermanuver.
  2. Memiliki sistem autopilot terbaik dan merupakan satu-satunya sistem autopilot yang dikembangkan untuk Helikopter yang lebih berfokus pada ketinggian bukan kecepatan.
  3. Helikopter SAR dengan kemampuan terbaik karena dilengkapi teknologi FMS (Flight Management System), instrumen yang digunakan pilot untuk mengatur rencana terbang (Flight Plan) meliputi jalur yang akan dilewati pesawat, kecepatan saat take-off, cruising, dan landing, serta informasi lainnya yang harus disiapkan sebelum penerbangan dimulai yang tentunya akan menambah pengalaman SAR.
  4. Helikopter yang dapat lepas landas di atas kapal laut, yang telah terbukti mampu lepas landas di atas Sigma Class Ship, yaitu kapal patroli dengan kemampuan untuk mengarungi samudera untuk patroli maritim Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam.
  5. Mampu mengangkut beban hingga 4.300 kg atau 12 orang dengan kecepatan maksimal 269km/jam dengan ketahanan terbang mencapai 4,3 jam.
  6. Memiliki kabin yang lapang dengan pintu geser lebar cocok untuk mengangkut dan mengevakuasi korban.
  7. Memiliki Fenestron atau rotor belakang dalam sirip tertutup yang senyap, dengan jarak blade/pisau yang tidak sama dan dapat meredam tingkat kebisingan, efisiensi tinggi, kemudahan pemeliharaan serta telah teruji.

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PTDI merupakan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, berlokasi di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa.

PTDI mampu memproduksi jenis pesawat terbang CN235 yang dilengkapi dengan mission sesuai konfigurasi antara lain : angkut, cargo, paratroop, medevac, patroli maritime bahkan VIP.

Selain itu, PTDI juga mampu memproduksi pesawat terbang NC212i yang juga dapat dilengkapi dengan berbagai mission sesuai pesanan, antara lain : angkut militer, hujan buatan, patroli maritim, navtrain, termasuk medevac. PTDI juga telah mampu menghasilkan pesawat yang merupakan hasil kerjasama industri antara lain : C295 dengan pihak Airbus Defence & Space (ADS), serta helikopter dengan pihak Airbus Helicopters baik yang berbasis di Perancis maupun di Jerman dalam berbagai varian, demikian pula dengan pihak Bell Helicopter Textron dalam beberapa varian.

PTDI bekerja sama dengan LAPAN telah sukses membangun pesawat N219 dan telah sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017, pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Proses rancang bangun, pengujian, sertifikasi hingga nantinya akan dilakukan proses produksi adalah hasil karya anak bangsa. Pesawat N219 memiliki kemampuan lepas landas di landasan pendek yang tidak dipersiapkan sehingga akan menjadi konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Irland Budiman   

Manager Komunikasi Perusahaan

PT Dirgantara Indonesia (Persero)

Mobile Phone  : 0811 2038 230

Office Number : +62 22 6054191

Email : irland@indonesian-aerospace.com

 

 



Source : Humas PTDI

Contact Us

Contact Info

PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Jalan Pajajaran No. 154
Bandung 40174
West Java - Indonesia


Humas : pub-rel@indonesian-aerospace.com

Marketing : marketing@indonesian-aerospace.com