PTDI dan Pemerintah Aceh Tanda Tangani Nota Kesepahaman Pengadaan Pesawat N219

SIARAN PERS

No. PTD/015/SP-HUMAS/XII/2019

Bandung, 9 Desember 2019 – Humas PTDI

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), Elfien Goentoro dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengadaan Pesawat Terbang N219 serta Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pengoperasian Angkutan Udara Aceh. Penandatanganan dilakukan di Ruang Rapat Paripurna, Lantai 9, Gedung Pusat Manajemen PTDI, Jl. Pajajaran No. 154 Bandung.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan tindak lanjut evaluasi terhadap kesepakatan yang telah dilakukan di tahun 2018 lalu untuk mencapai kondisi realistis yang bisa dicapai dalam RPJMA tahun 2017 – 2022 Pemerintah Aceh.

Pemerintah Aceh berminat membeli 4 (empat) unit pesawat N219 dengan konfigurasi passenger, cargo dan medical evacuation, serta kerja sama pengembangan SDM Aceh di bidang kedirgantaraan, dengan terlebih dahulu dilakukan kajian bersama antara Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan dan PTDI sebagai  bagian dari persiapan  pengoperasian pesawat terbang N219 secara mandiri dengan memanfaatkan kompetensi dari PTDI.

PTDI dan Pemerintah Aceh juga bekerja sama dalam persiapan pengoperasian pesawat terbang N219 di Aceh dengan memanfaatkan kompetensi dari PTDI. Setelah dilakukan penandatanganan ini, PTDI dan Pemerintah Aceh akan melakukan kajian bersama atas rencana pengadaan pesawat terbang N219 serta pengembangan Sumber Daya Manusia dan pengoperasian angkutan udara Aceh.

Pembahasan mengenai aspek teknis dan non teknis atas pengadaan pesawat terbang N219 akan dilaksanakan setelah diterbitkannya Type Certificate pesawat terbang N219 oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Harapannya pesawat N219 dapat segera dioptimalkan fungsinya oleh Pemerintah Aceh untuk melayani masyarakat Aceh, serta mendorong dan meningkatkan aksesbilitas dan pertumbuhan perekonomian di wilayah Aceh,” ujar Elfien Goentoro, Direktur Utama PTDI.

Pesawat N219 Nurtanio merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

Pesawat N219 Nurtanio pada dasarnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional di wilayah perintis, dan pesawat N219 Nurtanio dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti angkutan penumpang, angkutan barang maupun ambulan udara.

N219 Nurtanio didesain sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di daerah perintis, sehingga memudahkan untuk take-off dan landing di landasan yang pendek dan tidak dipersiapkan, seperti rumput atau bebatuan.

Pesawat N219 Nurtanio yang pada tanggal 16 Agustus 2017 telah melakukan uji terbang perdana, sampai dengan saat ini masih menjalani serangkaian pengujian sertifikasi. Proses sertifikasi merupakan proses penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan karena akan digunakan oleh customer dan masyarakat umum.

Pesawat N219 nantinya akan diproduksi secara bertahap. Pada awalnya akan diproduksi 6 unit dengan menggunakan kapasitas produksi eksisting, kemudian dengan menjalankan sistem otomasi pada proses manufacturing, secara bertahap kemampuan delivery  akan terus meningkat sampai mencapai 36 unit per tahun.

 

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PTDI merupakan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, berlokasi di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. PTDI mampu memproduksi jenis pesawat terbang CN235 yang dilengkapi dengan mission sesuai konfigurasi antara lain: angkut, cargo, paratroop, medevac, patroli maritim bahkan VIP.

Selain itu, PTDI juga mampu memproduksi pesawat terbang NC212i yang juga dapat dilengkapi dengan berbagai mission sesuai pesanan, antara lain: angkut militer, hujan buatan, patroli maritim, navtrain, termasuk medevac. PTDI juga telah mampu menghasilkan pesawat yang merupakan hasil kerja sama industri antara lain : CN295 dengan pihak Airbus Defence & Space (ADS), serta helikopter dengan pihak Airbus Helicopters baik yang berbasis di Perancis maupun di Jerman dalam berbagai varian, demikian pula dengan pihak Bell Textron Inc. dalam beberapa varian

PTDI bekerja sama dengan LAPAN yang telah sukses membangun pesawat N219 dan melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017. Pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23.

Proses rancang bangun pesawat N219 sejak pengujian, sertifikasi hingga nanti dilakukan proses produksi series adalah hasil karya anak bangsa. Pesawat N219 memiliki kemampuan lepas landas di landasan pendek yang tidak dipersiapkan sehingga akan menjadi pendukung konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis.

Adi Prastowo      

Manager Komunikasi Perusahaan & Promosi

PT Dirgantara Indonesia (Persero)

Mobile Phone  : +62 811 2121157

Office Number : +62 22 6053217

Email : aprastowo@indonesian-aerospace.com



Source : Humas PTDI

Contact Us

Contact Info

PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Jalan Pajajaran No. 154
Bandung 40174
West Java - Indonesia


Humas : pub-rel@indonesian-aerospace.com

Marketing : marketing@indonesian-aerospace.com