23 Desember 2024
Cara Cerdas PTDI dan Anak Perusahaannya PT NTP Pancing Rezeki Lagi dari 3 Pesawat NC212i yang Sudah Vietnam Beli
ZONAJAKARTA.COM- Tak cuma untuk kebutuhan dalam negeri Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) rupanya juga menjual pesawat NC212i buatannya ke sejumlah negara tetangga salah satunya Vietnam.
Dikutip Zonajakarta.com dari rilis Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) pada 8 September 2018, PTDI telah mengirim tiga pesawat NC212i untuk Angkatan Udara Vietnam.
"Pada 15 Mei lalu Angkatan Udara Vietnam menerima 2 dua unit.
Lalu, pada 6 Juni kembali dikirimkan satu unit pesawat NC212i dari total tiga unit pesanan Vietnam," jelas KKIP dalam rilisnya.
Sekretaris Perusahaan PTDI yang saat itu dijabat Ade Yuyu Wahyuna mengatakan 3 pesawat NC212i yang dikirim ke Vietnam dan 2 unit yang dikirim ke Filipina kala itu sepenuhnya dikerjakan PTDI.
“Seluruh proses pembuatan struktur pesawat mulai dari Fuselage, Center Wing, Outer Wing, Outer Flap, Inner Flap, Aileron, Vertical Stabilizer, Rudder, Horizontal Stabilizer, Elevator serta semua Door mulai Pilot Door, Passenger Door, Ramp Door, Forward Door dan Emergency Door sepenuhnya dirakit di Bandung,” jelasnya.
Ade menuturkan, pesawat NC212i yang dikirim ke Vietnam saat itu memiliki kapasitas 28 penumpang.
"Pesawat ini dilengkapi ramp door, kabin yang luas dikelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern, biaya operasional lebih rendah namun tetap kompetitif di pasar pesawat kecil.
Secara umum, pesawat NC212i menggunakan Digital Avionic dan telah dilengkapi Autopilot.
Fitur ini tidak ditemui pada generasi sebelumnya.
Selain itu, pesawat NC212i menggunakan winglet untuk mengurangi hambatan udara di sekitar ujung sayap dan menggunakan kaca kotak untuk menambah kenyamanan penumpang melihat keluar pesawat," jelas KKIP dalam rilisnya kala itu.
Meski 3 pesawat NC212i itu telah dibeli Vietnam, namun PTDI kembali berpotensi ketiban rezeki.
Hal ini lantaran PTDI yang merupakan satu-satunya industri dirgantara di ASEAN yang mampu memproduksi pesawat terbang juga menawarkan layanan purna jual.
Vietnam menjadi fokus strategis bagi PTDI, terutama dalam menyediakan layanan purna jual untuk 3 (tiga) unit pesawat NC212i yang telah dioperasikan oleh Vietnam Air Force sejak dikirimkannya dari PTDI Bandung pada tahun 2018.
PTDI sudah mengumumkan niatnya untuk berpartisipasi dalam perawatan pesawat NC212i buatannya yang dibeli Vietnam saat menghadiri Vietnam Defence Expo 2024 yang akan berlangsung pada tanggal 19-22 Desember 2024 di Gia Lam Airport, Hanoi, Vietnam.
Bahkan, dikutip Zonajakarta.com dari rilis resmi PTDI pada 19 Desember 2024, PTDI bersama-sama dengan Anak Perusahaannya, PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) disebut telah melakukan kegiatan maintenance training untuk airframe & engine ketiga pesawat tersebut.
Kegiatan ini bisa dikatakan jadi cara cerdas PTDI dan anak perusahaannya PT NTP untuk memancing rezeki lagi dari kontrak pekerjaan perawatan pesawat NC212i yang sudah Vietnam beli pada 2018 lalu.
Lantaran kegiatan ini yang kemudian menjadi peluang bagi PTDI dan PT NTP untuk dapat memperoleh kontrak pekerjaan maintenance-nya.
"PTDI dan PT NTP menawarkan layanan purna jual yang terintegrasi, termasuk pemeliharaan, perbaikan dan penyediaan suku cadang guna memastikan performa dan keandalan pesawat tetap optimal.
Dengan dukungan fasilitas after-sales service berstandar internasional, PTDI tidak hanya mempererat hubungan dengan customer di Vietnam, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap produk dan layanan industri dirgantara Indonesia di kawasan tersebut," jelas PTDI.
Apalagi baik NC212i maupun CN235-220 buatan PTDI selama ini telah terbukti keandalannya dalam mendukung kebutuhan operasional militer maupun sipil.
"Sebagai satu-satunya industri dirgantara di Asia Tenggara yang memproduksi pesawat terbang, PTDI memiliki rekam jejak ekspor yang baik.
Produk andalan PTDI seperti NC212 dan CN235 series telah digunakan di berbagai negara, mencerminkan keunggulan kompetensi dan kepercayaan global terhadap kualitas produk buatan Indonesia.
Keberhasilan PTDI dalam menembus pasar internasional juga menjadi simbol kemajuan bangsa Indonesia di sektor teknologi tinggi, khususnya dalam industri penerbangan.
Dengan fokus pada inovasi dan pengembangan berkelanjutan, PTDI terus berkomitmen untuk mendukung eksistensi Indonesia di pasar global," lanjut perusahaan dirgantara Indonesia itu.
Pesawat NC-212i yang termasuk kategori pesawat angkut ringan ini adalah produk yang sepenuhnya dibuat oleh anak bangsa di PTDI.
NC-212i merupakan pesawat angkut ringan serbaguna itu tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk latihan dan pengangkut pasukan, tetapi juga evakuasi medis udara, foto udara, modifikasi cuaca atau hujan buatan, dan pelatihan navigasi udara.
Pesawat itu, yang merupakan pengembangan dari CASA 212-400 Aviocar, juga dilengkapi dengan ramp door untuk mempermudah loading/unloading muatan.
Sejak tahun 2014, PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat NC212i.
Dikutip Zonajakarta.com dari Times Aerospace edisi 12 November 2018, PT DI Indonesia memang dikenal memiliki hubungan dekat dengan CASA Spanyol.
Bahkan hubungan dekat antara produsen pesawat Spanyol, CASA, dan Dirgantara Indonesia atau PT Dirgantara Indonesia, juga dikenal sebagai Persero (IPTN) menghasilkan produksi lisensi CASA C-212 Aviocar di Indonesia.
Pesawat ini sekarang dikenal sebagai C212, atau sebagai NC-212 dalam bentuk buatan Indonesia.
Hubungan antara PTDI dan CASA Spanyol juga menghasilkan pengembangan bersama transportasi taktis CN-235 yang lebih besar (sekarang disebut sebagai CN235 saat ditawarkan oleh Airbus).
Sekitar 477 C212 dan NC-212 telah diproduksi untuk 92 operator selama masa produksi 43 tahun.
Jumlah ini termasuk setidaknya 103 NC212-200 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI), penerus IPTN.
Namun kerja sama PTDI dan CASA Spanyol mulai goyah pada 2010.
Pada tahun 2010, Airbus Military (Airbus Defence menggantikan CASA) mengatakan bahwa mereka tidak mampu lagi memproduksi C212 di Eropa dan C-212 terakhir yang diproduksi di Spanyol dikirimkan pada akhir Desember 2012.
Semua jig dan perkakas produksi yang diperlukan untuk NC212-400 dipindahkan dari San Pablo ke Bandung dan PTDI menjadi satu-satunya sumber untuk keluarga C212/NC-212.
PTDI menghentikan produksi NC212-200 dan NC212-400 pada tahun 2014, berkonsentrasi pada NC212i yang lebih canggih, yang memiliki avionik digital baru dan kabin untuk hingga 28 penumpang.
Pesawat NC-212i memiliki beragam konfigurasi penggunaan, seperti pengangkut pasukan, evakuasi medis udara, foto udara, modifikasi cuaca, dan pelatihan navigasi udara.
Desain dan proses perawatan yang sederhana membuat pesawat ini efisien dalam biaya operasional dan perawatan, menjadikannya pesawat terbaik di kelas pesawat angkut ringan.
Keunggulan pesawat NC-212i meliputi penggunaan sistem avionik generasi terbaru untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan mengurangi beban kerja crew pesawat.
Muatan maksimal 28 penumpang dengan payload terbesar di kelasnya yaitu 3 ton.
Kabin terluas di kelasnya dengan volume kabin 22 m3, dilengkapi ramp door untuk memudahkan loading dan unloading, serta kemampuan take-off dan landing di landasan yang tidak beraspal.
Source: https://www.zonajakarta.com/nasional/67314200924/cara-cerdas-ptdi-dan-anak-perusahaannya-pt-ntp-pancing-rezeki-lagi-dari-3-pesawat-nc212i-yang-sudah-vietnam-beli