23 Januari 2025
Airbus H145 Pesanan Indonesia Bukan Cuma Helikopter Paling Senyap Didunia Tapi Juga Paling Dicari, TNI AU Harus Sabar Menanti
ZONAJAKARTA.COM- Airbus H145, helikopter paling senyap di dunia menjadi sorotan karena dipesan Indonesia pada tahun 2024 silam.
Dikutip Zonajakarta.com dari rilis resmi Airbus pada 18 September 2024, Berdasarkan perjanjian antara Angkatan Udara Indonesia dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Airbus akan menyerahkan helikopter H145 berbilah lima kepada PTDI.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha pada Rabu (18/9/2024) malam, membenarkan kabar pembelian empat helikopter H145 Airbus.
Dia menyebut pembelian helikopter H145 Airbus untuk TNI AU Indonesia itu merujuk pada kontrak yang diteken beberapa bulan lalu tahun ini.
Dalam kontrak penjualan helikopter H145 dengan Indonesia itu, Airbus juga sepakat menyediakan perangkat-perangkat pendukung selama 2 tahun.
Pembelian empat helikopter H145 itu diumumkan ke publik oleh perwakilan PTDI dan Airbus dalam rangkaian pameran pesawat dan teknologi kerdigantaraan Bali International Air Show (BIAS) 2024 di kompleks Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/9/2024).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyaksikan pengumuman tersebut secara langsung.
Dikutip Zonajakarta.com dari Antara edisi 18 September 2024, Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan di Kabupaten Badung, Bali, Rabu, mengatakan mereka akan mengelola proses perakitan ulang dan pemasangan perangkat misi serta pekerjaan kustomisasi lainnya untuk akhirnya diserahkan kepada TNI AU.
“Melalui kerja sama yang erat ini PTDI tidak hanya mendukung pengiriman helikopter H145, namun juga akan meningkatkan kemampuan kami dalam hal integrasi dan perakitan di fasilitas,” kata dia.
BUMN produsen pesawat itu akan merakit helikopter Airbus H145 versi lima bilah baling-baling, helikopter multimisi ini akan digunakan untuk pelatihan militer serta misi pencarian dan penyelamatan ringan.
Gita mengatakan Airbus H145 ini memang telah lama laris di berbagai negara karena memiliki rotor dengan lima bilah yang inovatif, sehingga meningkatkan kemampuan angkut helikopter ini sebesar 150 kg.
“Desain rotor utama tanpa bearing yang baru memudahkan operasi perawatan, meningkatkan kemudahan servis dan keandalan, serta meningkatkan kenyamanan penerbangan bagi penumpang dan awak helikopter,” ujarnya.
Head of Asia-Pacific Airbus Helicopters Vincent Dubrule mengaku terhormat karena untuk pertama kalinya Indonesia memesan armada untuk pelatihan TNI AU.
“Kami percaya bahwa helikopter H145 akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pelatihan pilot militer dan sekaligus menjadi alat yang penting untuk operasi pencarian dan penyelamatan,” ujarnya.
TNI AU Indonesia memang sudah lama kepincut helikopter H145 buatan Airbus.
Hal ini terlihat kala di 2023 lalu, pemimpin TNI AU saat itu, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Perancis berkesempatan mengunjungi Pabrik Airbus Helicopters di Marseilles, pada Kamis (12/10/2023) diam-diam ikut melirik H145, salah satu helikopter andalan Airbus yang telah diborong Amerika Serikat (AS).
Tapi Indonesia diprediksi bakal lama menanti lantaran helikopter H145 buatan Airbus ini ternyata paling dicari pembeli
Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari majalah Scramble edisi 18 September 2024, media Belanda itu memprediksi waktu pengiriman Airbus H145 pesanan Indonesia akan berlangsung lama.
"TNI AU mengumumkan pesanan empat helikopter utilitas ringan H145 bermesin ganda dengan lima bilah kepada Airbus Helicopters selama pameran udara Bali.
Helikopter baru tersebut akan digunakan untuk misi pelatihan dan pencarian dan penyelamatan," jelas Scramble.
Rangka pesawat Airbus H145 yang akan dirakit ulang di dalam negeri oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung sama sekali tidak membuat ragu media Belanda itu.
"Tentu saja, Indonesia memiliki kemitraan jangka panjang dengan grup Airbus saat ini.
Memproduksi komponen badan pesawat utama untuk program H225 dan memproduksinya secara lokal untuk angkatan udara hanyalah salah satu contohnya," jelas Scramble.
Sayangnya, Indonesia agaknya harus agak bersabar menunggu helikopter pesanannya ini dikirimkan.
"H145M merupakan tambahan dari EC120 yang sudah digunakan untuk pelatihan.
Nilai pesanan tidak diungkapkan dan juga jangka waktu pengirimannya, karena H145 merupakan helikopter yang sangat dicari, jadi pengirimannya bisa memakan waktu yang lama," tutup Scramble.
Tak heran helikopter buatan Airbus ini menjadi incaran.
Bahkan versi terbaru dari H145 terlaris Airbus menambahkan rotor lima bilah yang inovatif ke H145 multi-misi, sehingga meningkatkan beban helikopter hingga 150 kg.
Kesederhanaan desain rotor utama tanpa bantalan memudahkan operasi perawatan, meningkatkan kemudahan servis dan keandalan, serta meningkatkan kenyamanan penerbangan bagi penumpang dan awak.
Di seluruh dunia, terdapat lebih dari 1.700 helikopter keluarga H145 yang beroperasi, dengan total lebih dari 7,9 juta jam terbang.
Rangkaian avionik digital Helionix mencakup autopilot 4 sumbu berkinerja tinggi, yang meningkatkan keselamatan dan mengurangi beban kerja pilot.
Jejak akustiknya yang sangat rendah menjadikan H145 sebagai helikopter paling senyap di kelasnya, sementara emisi CO2-nya adalah yang terendah di antara para pesaingnya.
Keluarga H145 digunakan untuk melatih personel militer oleh angkatan bersenjata di seluruh dunia, termasuk Angkatan Darat AS, Angkatan Bersenjata Inggris, dan segera Jerman.
H145, helikopter bermesin ganda menawarkan kinerja luar biasa bersama dengan sistem rotor utama dan ekor yang ditingkatkan.
Hal ini menjamin tingkat kinerja yang belum pernah terjadi sebelumnya baik dalam kondisi melayang maupun tidak beroperasinya satu mesin.
Helikopter H145 Airbus adalah anggota terbaru dari rangkaian produk helikopter bermesin ganda kelas empat ton milik perusahaan – dengan kemampuan misi dan fleksibilitas yang dirancang khusus, terutama dalam kondisi pengoperasian yang tinggi dan panas.
H145 berukuran kompak, tapak helikopter yang kecil serta kabin yang besar dan fleksibel menjadikannya pesawat pilihan untuk berbagai misi sipil dan militer.
Keluarga H145 terlaris (BK117, EC145 dan H145) memiliki lebih dari 1.600 helikopter yang beroperasi di seluruh dunia dan telah mencatat lebih dari tujuh juta jam terbang.
Bentuk H145 yang ringkas, kabin tanpa halangan, dan lantai datar dari hidung hingga ekor cocok untuk berbagai aplikasi, mengakomodasi satu atau dua pilot dan maksimal delapan penumpang dalam konfigurasi standar, dan satu atau dua pilot dan hingga 10 penumpang dalam konfigurasi kepadatan lebih tinggi.
Bersama dengan tata letak kabinnya yang serbaguna, pesawat rotor serba guna ini dirancang untuk layanan medis darurat dan tugas penegakan hukum, serta pekerjaan udara dan transportasi penumpang, termasuk penerbangan swasta dan bisnis serta operasi lepas pantai.
H145 adalah satu-satunya pesawat rotor dalam jangkauannya yang mampu lepas landas dan mendarat pada ketinggian 20.000 kaki – sebuah perbedaan yang dikonfirmasi pada bulan September 2019 dengan penerbangan di atas Aconcagua di pegunungan Andes (22.840 kaki) – di mana H145 menunjukkan cadangan tenaganya yang tak tertandingi di ketinggian.
Keandalan mesin ganda dilengkapi dengan sistem pasokan bahan bakar yang sepenuhnya terpisah, sistem hidrolik dupleks, sistem kelistrikan ganda, dan pelumasan redundan untuk transmisi utama.
Selain itu, aspek keselamatan utama dari H145 adalah kemampuan tabrakannya yang melekat pada badan pesawat dan jok yang menyerap energi, serta sel bahan bakar yang tahan benturan.
H145 juga dilengkapi dengan server komunikasi udara nirkabel (wACS), yang memungkinkan pertukaran data nirkabel dengan stasiun bumi dengan cara paling aman yang pernah dikembangkan.
Pengumpulan, pertukaran, dan analisis data yang terkait membuka peluang peningkatan tanpa batas di bidang pemeliharaan dan manajemen penerbangan, yang selanjutnya didukung oleh pengembangan layanan terhubung Airbus.
Source: https://www.zonajakarta.com/nasional/67314400186/airbus-h145-pesanan-indonesia-bukan-cuma-helikopter-paling-senyap-didunia-tapi-juga-paling-dicari-tni-au-harus-sabar-menanti