29 Agustus 2026
PTDI Gaspol Siapkan SDM, Training Center Pesawat Diresmikan Dihadiri Menteri Ketenagakerjaan
DESKJABAR - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memasuki babak penting dalam
penguatan industri dirgantara nasional di usia ke-50 tahun. Bukan hanya
mengejar kesiapan produksi pesawat, PTDI kini memperkuat sumber daya manusia
melalui peresmian Training Center PT Dirgantara Indonesia di Bandung,
Sabtu, 29 Agustus 2026.
Peresmian
Training Center PTDI dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, perwakilan
lima perusahaan mitra strategis PTDI untuk Training Center, Balai Besar
Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung, dll. Training Center PTDI ini
memfokuskan kesiapan sumber daya manusia untuk memperkuat bisnis pesawat N219
dan rencana N295 berdasarkan keahlian yang dibutuhkan (vokasi).
Langkah ini
menjadi semakin strategis setelah PTDI mengungkapkan telah memiliki 42 pesanan
pesawat N219 dari pemerintah dan kalangan militer, serta tujuh untuk jenis
komersial. PTDI juga punya proyek kerjasama dengan Airbus Defence
& Space untuk pesawat CN295.
Direktur Utama
PTDI, Gita Amperiawan, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa secara
industri PTDI telah siap mengembangkan bisnis N219. Tantangan berikutnya adalah
memastikan tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi,
sertifikasi, dan kualifikasi sesuai kebutuhan industri penerbangan. “Peresmian
Training Center ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya
manusianya,” demikian inti arahan Direktur Utama PTDI.
Training Center
PTDI tidak hanya diarahkan sebagai tempat pelatihan internal, tetapi
dikembangkan menjadi lembaga pendidikan, sertifikasi dan kualifikasi bagi
tenaga kerja industri dirgantara. Dengan konsep tersebut, proses
peningkatan kompetensi SDM diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu menjawab
kebutuhan industri penerbangan yang terus berkembang.
60 SDM
Dikirim ke Korea
Upaya menyiapkan
SDM berkualitas bahkan telah berjalan. PTDI menyebut sekitar 140 peserta telah
mengikuti program, sementara 60 orang di antaranya dikirim ke
Korea melalui kerja sama dengan industri Korea. Menariknya, dari program
tersebut sudah ada peserta yang kemudian mendapatkan kesempatan untuk bekerja
di Korea.
Langkah ini
menunjukkan bahwa program pengembangan SDM PTDI tidak hanya diarahkan untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri, tetapi juga memberikan
pengalaman dan kompetensi berstandar industri global. PTDI juga mempersiapkan
sekitar 150 orang untuk mengikuti program magang. Di sisi produk, N219
menjadi salah satu program strategis PTDI.
Pesawat tersebut
tidak hanya dipersiapkan untuk kebutuhan transportasi, tetapi juga dikembangkan
dalam berbagai konfigurasi, termasuk versi amfibi dan ambulance. Dengan
karakteristik tersebut, N219 berpotensi digunakan untuk menjangkau wilayah
Indonesia yang memiliki tantangan geografis sekaligus mendukung kebutuhan
layanan kesehatan dan operasi pemerintahan maupun militer.
Kerja Sama Internasional
PTDI juga terus memperluas kerja sama dengan industri global. Dalam agenda peresmian Training Center, tercantum kerja sama dengan
AMMROC terkait technical rectification pesawat C295. Menteri
Ketenagakerjaan RI, Yassierli meyakini, denan diresmikannya Training Center
PTDI, bahwa industri dirgantara nasional itu sudah memiliki kelengkapan yang
dibutuhkan untuk mencetak sumber daya manusia dibutuhkan untuk produksi
pesawat.
Bagi PTDI,
penguatan SDM menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan memasuki usia
setengah abad. Setelah lima dekade membangun kemampuan industri pesawat terbang
nasional, tantangan berikutnya adalah memastikan Indonesia memiliki tenaga ahli
yang mampu menopang produksi, pemeliharaan, sertifikasi, hingga pengembangan
teknologi dirgantara. Dengan 42 pesanan N219 dan pengembangan berbagai varian,
kebutuhan terhadap SDM penerbangan berkualitas pun semakin besar. Training
Center PTDI diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk menjawab kebutuhan
tersebut.
Source: https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/ekbis/pr-11310419674/ptdi-gaspol-siapkan-sdm-training-center-pesawat-diresmikan-dihadiri-menteri-ketenagakerjaan