23 September 2026

PTDI Tingkatkan Produksi Pesawat N219 Pasarkan 180 Unit

PT Dirgantara Indonesia (Persero) meningkatkan kapasitas produksi pesawat komersial N219 berkapasitas 19 penumpang guna memenuhi rute penerbangan perintis di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah strategis tersebut dipaparkan dalam ajang TNI Fair di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).


Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, pesawat N219 dirancang untuk menjangkau kawasan yang memiliki aksesibilitas darat serta laut yang terbatas. Selain pemenuhan kebutuhan sipil atau komersial, unit pesawat ini juga diproduksi untuk mendukung fungsi pertahanan militer.


VP Business Development & Marketing PTDI Heber M. F. Panjaitan menyampaikan bahwa potensi komersial untuk pesawat tersebut sangat luas.


"Untuk komersial potensi lebih dari 150 unit untuk memenuhi rute-rute perintis, itulah tadi buat yang N219. Jadi cukup besar yang layak bangsa pasarnya. Dan ada 30 unit penugasan Kemhan yang tadi saya bilang, 30 unit dari penugasan Presiden, untuk memenuhi kebutuhan di kementerian lembaga.


Jadi memang cukup besar bangsa pasarnya, 150 plus 30 itu, 180 unit," kata Heber M. F. Panjaitan, VP Business Development & Marketing PTDI.


PTDI menargetkan peningkatan kapasitas manufaktur secara bertahap. Pada 2026, perusahaan mengantongi kontrak 13 unit yang mencakup pemesanan komersial, penugasan TNI AD, serta pesanan dari PT BIBU Agro Maritim. Sebanyak 3 unit N219 lainnya telah masuk tahap Perjanjian Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Kementerian Pertahanan.


"Untuk N219 sendiri, yang sudah kontrak itu ada 6 dari TNI AD, kemudian ada 4 dari Mitra Aviasi Perkasa, kemudian ada 3 dari BIBU Panji Sakti," kata Heber M. F. Panjaitan.


Mengenai nilai jual, unit standar pesawat N219 dibanderol pada kisaran harga puluhan juta dolar AS. Penyesuaian nilai dapat terjadi sesuai dengan permintaan modifikasi dari pemesan.


"Kalau kita lihat kan pesawat ini kami sudah memiliki pricing sekitar 9 juta sampai 10 juta dolar kisaran harga satu pesawat ini untuk basic configuration. Jadi tinggal dikalikan dengan unitnya, satuannya untuk basic, kecuali ada modifikasi-modifikasi tertentu, mungkin ada peningkatan harga," kata Heber M. F. Panjaitan.


Kapasitas total manufaktur PTDI pada 2026 ditargetkan mencapai 28 unit, gabungan dari tipe NC212, CN235, N219, serta helikopter. Peningkatan produksi akan terus didorong guna memenuhi target pasar ekspor ke wilayah Asia Pasifik, Afrika, hingga Amerika Latin.


"Produksinya, kapasitas kita tahun 2026 ini ada 28 unit. Gabungan daripada 6 unit NC212i, 4 CN235, 2 N219, dan 16 helikopter. Kita akan targetkan naik bertahap lewat ekspansi CN235 ke 6-8 unit per tahun, terus sampai ke 10-12 unit per tahun.


Terus untuk N219, dari 6 meningkat ke 12 unit per tahun. Ekspornya tentunya negara-negara yang kita targetkan itu wilayah Asia Pasifik, Afrika, dan juga Amerika Latin," kata Heber M. F. Panjaitan.


Selain memamerkan pesawat N219 pada pameran TNI Fair tanggal 19-20 September 2026, PTDI menampilkan teknologi pertahanan, pengembang drone, serta kapabilitas pemeliharaan mesin melalui anak usahanya, PT Nusantara Turbin dan Propulsi.

Source: https://suaragarut.id/ptdi-tingkatkan-produksi-pesawat-n219

23 September 2026
Kolaborasi PTDI dan Pasundan Kenalkan Dunia Kedirgantaraan kepada Pelajar

23 September 2026
PTDI Tingkatkan Produksi Pesawat N219 Pasarkan 180 Unit

23 September 2026
Pamerkan Drone Elang Hitam Hingga Sensasi Jadi Pilot N219, PTDI Guncang TNI Fair 2026 di Monas!

23 September 2026
Pesawat Militer Thailand hingga Korea Servisnya di Bandung

23 September 2026
PTDI Bocorkan Rencana Bikin Ambulans Udara

20 September 2026
Serasa Jadi Pilot! Cockpit N219 Jadi Magnet Pengunjung TNI Fair 2026

Pencarian Berita