11 Agustus 2025

Pesawat N219 Buatan PTDI Dinilai Cocok untuk Perjalanan Dinas Pejabat di Jawa Barat

DESKJABAR – Sosok pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dinilai cocok digunakan perjalanan dinas pejabat pemerintah ke pelosok Jawa Barat. Dengan sosok dan kemampuannya, pesawat N219 bakal efisien untuk rute Bandung ke Tasikmalaya, Pangandaran, Cirebon, Majalengka, Sukabumi, Bogor, dll. 


Penilaian terhadap sosok pesawat N219 buatan PTDI tersebut, dilontarkan Wali Kota Bandung, M Farhan, ketika Seminar Harkteknas 2025 di PTDI Bandung, Senin, 11 Agustus 2025. Sebab, di Jawa Barat ada beberapa kabupaten/kota memiliki lapangan terbang kecil. 


“Dari sosok dan kemampuannya, pesawat N219 tampaknya bakal efisien untuk perjalanan dinas pejabat pemerintah. Sepertinya akan lebih cepat menuju lokasi, dibandingkan menempuh perjalanan darat yang lama dan terhalang macet,” ujar Farhan.


Pesawat N219 merupakan jenis baling-baling bermesin dua dengan kapasitas 19 penumpang. N219 sedang menjadi unggulan baru produksi PTDI untuk pesawat jenis twin engine high-wing turboprop, yang sedang dikembangkan kepada keperluan komersial.


Bandara Husein Sastranegara Bandung menjadi keberangkatan sentral penerbangan antar wilayah di Jawa Barat. Penerbangan menggunakan N219 dari Bandung, bisa ke Pangandaran, Tasikmalaya, Cirebon, Majalengka, Sukabumi, Subang, Bogor, dan Garut. 


Genjot pemasaran 

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyebutkan, untuk keperluan penerbangan komersial, di Indonesia sudah ada lima provinsi berminat menggunakan pesawat N219, yaitu Riau, Bengkulu, Kalimantan Utara, NTT, dan Papua. Pemerintah kelima provinsi itu sedang Menyusun siapa operator penerbangan, akuisisi keuangan, dll. 


“PTDI sedang menggenjot pemasaran pesawat N219. Berbagai versi terus dikembangkan, baik komersial, amfibi, militer, dll,’ ucap Gita Amperiawan.


Pesawat N219 dirancang dapat diandalkan terkuat pada posisi terdepan dan perbatasan, sebab merupakan pesawat jenis STOL (short take off and landing). Bisa mendarat pada lapangan terbang tidak diaspal dan lincah meliuk-liuk diantara perbukitan, misalnya di Papua. 


Pesawat N219 yang awal diproduksi untuk versi militer, dengan dibeli sebanyak enam oleh Kementerian Pertahanan. Kabarnya, PTDI akan memperoleh lagi pesanan sampai 20 unit N2919.


Versi yang juga tengah dikembangkan, adalah N219 jenis amfibi yang bisa mendarat dan terbang di perairan. Versi yang ini cocok untuk angkutan penerbangan wisata antar pulau-pulau kecil di Indonesia.

Source: https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/jabar/pr-1139564683/pesawat-n219-buatan-ptdi-dinilai-cocok-untuk-perjalanan-dinas-pejabat-di-jawa-barat

22 April 2026
Kick Off Pembaharuan Infrastruktur SAP dan DRC untuk N219 dan Produk Pesawat Lainnya

21 April 2026
PTDI Perkuat Peran Strategis di Malaysia melalui DSA 2026

21 April 2026
PTDI menawarkan roket 70 mm untuk kebutuhan regional di DSA 2026

21 April 2026
PTDI Tampil Beda di DSA 2026, Kunci Pasar Malaysia

21 April 2026
Dari Lisensi Belgia ke Kemandirian: PTDI Tawarkan Roket 70mm dalam Ajang DSA 2026

21 April 2026
PTDI Perkuat Jejak di Malaysia Lewat DSA 2026, Tawarkan Solusi Pertahanan End-to-End

Pencarian Berita