21 April 2026

PTDI Tampil Beda di DSA 2026, Kunci Pasar Malaysia

“PTDI memanfaatkan DSA 2026 bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi sebagai panggung diplomasi industri pertahanan dengan mengunci pasar Malaysia lewat pendekatan end-to-end solution dari CN235 hingga layanan purna jual dan potensi sistem pertahanan baru,”

Kuala Lumpur, BandungOke — Di tengah ketatnya persaingan industri pertahanan kawasan Asia Pasifik, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menegaskan ambisinya di pasar regional.

Lewat ajang Defence Services Asia (DSA) 2026 di Malaysia International Trade & Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, 20–23 April 2026, PTDI tidak hanya datang sebagai peserta pameran, tetapi sebagai penjual ekosistem solusi pertahanan.

Di bawah payung Indonesia Pavilion bersama Kementerian Pertahanan RI dan Holding Defend ID, PTDI membawa narasi yang lebih besar dari sekadar penjualan pesawat: konsolidasi posisi Indonesia dalam rantai industri pertahanan regional.

Rekam jejak PTDI di Malaysia menjadi modal utama. Sejak 1999, sebanyak tujuh unit CN235-220 telah dioperasikan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), terdiri dari satu unit VVIP Military Transport dan enam unit Military Transport.

Pada 2023, tiga unit di antaranya dimodifikasi menjadi Maritime Surveillance Aircraft (MSA), memperluas fungsi strategis pesawat tersebut dalam pengawasan maritim.

Namun PTDI tidak berhenti di situ. Di luar platform pesawat, perusahaan ini menekankan layanan berkelanjutan melalui pendekatan full lifecycle support—mulai dari Maintenance, Repair & Overhaul (MRO), Service Life Extension Program (SLEP), hingga penyediaan suku cadang, rewiring, modifikasi, dan perbaikan struktur.

Pendekatan ini memperlihatkan perubahan strategi, dari sekadar produsen menjadi penyedia solusi operasional jangka panjang.

Selain CN235-220, PTDI juga membuka peluang kerja sama baru di Malaysia, termasuk platform NC212i, N219, hingga sistem roket 70 mm.

Langkah ini memperluas spektrum bisnis PTDI dari transportasi udara ke sistem pertahanan yang lebih terintegrasi.

“Partisipasi PTDI dalam DSA 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kehadiran kami di Malaysia sebagai mitra jangka panjang. Dengan rekam jejak operasional pesawat CN235-220 di TUDM serta pengalaman dalam berbagai program layanan after sales, PTDI terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang andal dan berkelanjutan, tidak hanya pada produk pesawat tapi juga sistem pertahanan lainnya seperti roket,” ujar Moh Arif Faisal, Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI dalam keterangan persnya, Selasa 21 April 2026.

Di balik pernyataan itu, DSA 2026 memperlihatkan satu hal: kompetisi industri pertahanan kini tidak lagi hanya soal platform, tetapi soal siapa yang mampu mengunci layanan, keberlanjutan, dan integrasi sistem paling lengkap.

Bagi PTDI, Malaysia bukan sekadar pasar lama, melainkan panggung uji ulang strategi baru—dari manufaktur ke solusi menyeluruh.***


Source: https://bandungoke.com/2026/04/21/ptdi-tampil-beda-di-dsa-2026-kunci-pasar-malaysia/

21 April 2026
PTDI Perkuat Peran Strategis di Malaysia melalui DSA 2026

21 April 2026
PTDI menawarkan roket 70 mm untuk kebutuhan regional di DSA 2026

21 April 2026
PTDI Tampil Beda di DSA 2026, Kunci Pasar Malaysia

21 April 2026
Dari Lisensi Belgia ke Kemandirian: PTDI Tawarkan Roket 70mm dalam Ajang DSA 2026

21 April 2026
PTDI Perkuat Jejak di Malaysia Lewat DSA 2026, Tawarkan Solusi Pertahanan End-to-End

10 April 2026
PTDI Gandeng Batam Aero Technic Bersinergi Industri Perawatan dan Perbaikan Pesawat

Pencarian Berita