21 April 2026

Dari Lisensi Belgia ke Kemandirian: PTDI Tawarkan Roket 70mm dalam Ajang DSA 2026

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali memperkuat eksistensinya di pasar pertahanan Asia Tenggara dengan hadir di Defence Services Asia (DSA) 2026. Dalam pameran yang berlangsung di MITEC, Kuala Lumpur ini, PTDI membawa misi strategis, menawarkan sistem roket 70 mm sebagai solusi persenjataan andalan bagi kawasan regional, termasuk Malaysia. Kompetensi PTDI dalam memproduksi roket kaliber 70 mm bukanlah hal baru. Keahlian ini berakar dari lisensi yang diperoleh dari Forges de Zeebrugge (FZ), Belgia, pada era 1980-an. Melalui kerja sama tersebut, PTDI (saat itu IPTN) berhasil menyerap teknologi produksi roket Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) yang hingga kini menjadi standar persenjataan udara di berbagai negara.

Selama empat dekade, PTDI secara konsisten memproduksi roket FFAR 2,75 inchi (70 mm) varian Mk40 dan Mk4. Tidak sekadar merakit, PTDI telah berhasil mencapai tingkat kemandirian produksi yang tinggi. Penguasaan teknologi pada komponen motor roket, hulu ledak (warhead), hingga sirip stabilisator (fin & nozzle) menjadikan produk ini salah satu alutsista dengan tingkat TKDN yang sangat signifikan. Di ajang DSA 2026, PTDI melihat peluang besar untuk mengintegrasikan sistem roket 70 mm ini ke dalam kebutuhan pertahanan Malaysia. Mengingat Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) adalah pengguna setia pesawat CN-235 220 produksi Bandung, penawaran sistem persenjataan ini menjadi langkah ekspansi yang logis.

Selain platform CN-235 yang sudah terbukti andal dalam misi angkut maupun patroli maritim (MSA), roket 70 mm produksi PTDI dirancang untuk fleksibel digunakan pada berbagai platform helikopter dan pesawat serang ringan. Kehadiran PTDI di bawah naungan Holding Defend ID kali ini menegaskan perannya sebagai penyedia solusi total. Selain menawarkan platform pesawat dan layanan after-sales (MRO dan modifikasi), penyediaan amunisi roket 70 mm menjadi bukti bahwa PTDI mampu mendukung kemandirian operasional penggunanya dalam jangka panjang.

“Partisipasi kami di DSA 2026 adalah momentum untuk menawarkan keandalan produk yang sudah teruji selama puluhan tahun. Roket 70mm kami, yang bermula dari teknologi lisensi Belgia dan kini telah kami kembangkan secara mandiri, adalah solusi biaya-efektif bagi kebutuhan pertahanan di kawasan,” ujar Moh Arif Faisal, Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, dalam siaran pers. (Bayu Pamungkas)

Source: https://www.indomiliter.com/dari-lisensi-belgia-ke-kemandirian-ptdi-tawarkan-roket-70mm-dalam-ajang-dsa-2026-malaysia/

21 April 2026
PTDI Perkuat Peran Strategis di Malaysia melalui DSA 2026

21 April 2026
PTDI menawarkan roket 70 mm untuk kebutuhan regional di DSA 2026

21 April 2026
PTDI Tampil Beda di DSA 2026, Kunci Pasar Malaysia

21 April 2026
Dari Lisensi Belgia ke Kemandirian: PTDI Tawarkan Roket 70mm dalam Ajang DSA 2026

21 April 2026
PTDI Perkuat Jejak di Malaysia Lewat DSA 2026, Tawarkan Solusi Pertahanan End-to-End

10 April 2026
PTDI Gandeng Batam Aero Technic Bersinergi Industri Perawatan dan Perbaikan Pesawat

Pencarian Berita