06 Mei 2026
N219, Pesawat PTDI yang Bisa "Disulap" Sesuai Kebutuhan dan Misi
BANDUNG, KOMPAS.com - Sebagai produk unggulan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), pesawat N219 diklaim memiliki berbagai macam spesifikasi yang mumpuni untuk menjangkau wilayah wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan).
Setelah menjalani rangkaian tes terbang, di mana test flight pertamanya dilakukan pada tahun 2017, pada Desember 2020 pesawat N219 resmi memperoleh Type Certificate (TC) dari otoritas penerbangan sipil Indonesia, yaitu Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI.
Pencapaian ini menegaskan bahwa N219 telah memenuhi standar keselamatan dan kelaikudaraan sebagaimana CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).
Dengan sertifikat tersebut, N219 dinyatakan siap untuk diproduksi dan dioperasikan secara komersial.
N219 pun menjadi pesawat pertama hasil desain dalam negeri yang tersertifikasi.
Multi-misi
Salah satu keunggulan utama N219 adalah fleksibilitas konfigurasi multi-misi, atau dengan kata lain, pesawat N219 bisa "disulap" sesuai kebutuhan.
Pesawat ini dirancang sebagai platform serbaguna yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan operasional, seperti transportasi penumpang dengan konfigurasi standar 19 kursi.
Tipe ini sangat ideal untuk penerbangan perintis dan regional.
N219 juga bisa dimodifikasi menjadi angkutan kargo yang mampu mendukung distribusi logistik ke wilayah terpencil dengan akses terbatas.
Bahkan, konfigurasi N219 pun bisa "disulap" menjadi kendaraan untuk misi yang lebih serius, seperti Medical Evacuation (Medevac), Search & Rescue (SAR), operasi militer, hingga Maritime Surveillance.
PTDI pun ternyata sudah memiliki spesifikasi Varian Amfibi.
Varian ini sedang dikembangkan untuk membuka akses transportasi berbasis perairan, termasuk mendukung sektor pariwisata dan logistik di wilayah kepulauan.
Ke depan, pengembangan varian lanjutan seperti versi amfibi dan maritime patrol akan semakin memperkuat posisi N219 sebagai platform strategis yang mampu menjawab kebutuhan sipil maupun pertahanan secara simultan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam peta industri dirgantara global.
Apalagi, saat ini Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam satu unit N219 telah mencapai 44,69 persen dan didesain sepenuhnya 100 persen oleh insinyur Indonesia, menjadikannya tonggak baru dalam penguasaan teknologi kedirgantaraan nasional.
Pesanan Pesawat
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mendapatkan pesanan pesawat terbang N219 untuk kebutuhan komersil dari perusahaan dalam negeri.
Perusahaan tersebut ialah Mitra Aviasi Perkasa (MAP), bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan penerbangan di Indonesia.
Wakil Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, yang datang untuk menghadari penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PTDI dan MAP, mengatakan penandatanganan tersebut menjadi tonggak sejarah baru industri dirgantara dalam negeri.
"Hari ini PT Dirgantara Indonesia melakukan kontrak penjualan N219 kepada perusahaan swasta untuk penerbangan komersial swasta," kata Febrian di Hanggar PTDI, Jalan Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026).
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menjelaskan ruang lingkup kontrak mencakup pengadaan 4 (empat) unit pesawat N219 konfigurasi kargo beserta kelengkapannya, termasuk pelatihan, publikasi teknis, yang penyelesaian dan penyerahannya akan dilakukan secara bertahap setelah kontrak efektif.
Gita membenarkan kontrak ini merupakan kontrak perdana pesawat N219 untuk pasar komersial dalam negeri. Untuk empat pesawat yang dipesan MAP nilainya mencapai 36,1 juta dollar AS.
"Pesawat ini memang dirancang untuk penerbangan perintis, dengan kemampuan beroperasi di landasan pendek (short runway) kurang dari 1 km serta landasan tidak beraspal (unpaved runway)," katanya.
Source: https://bandung.kompas.com/read/2026/05/06/132532778/n219-pesawat-ptdi-yang-bisa-disulap-sesuai-kebutuhan-dan-misi?page=1