06 Mei 2026

Pesawat PT DI N219 Masuk Pasar Komersial

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pesawat N219 milik PT Dirgantara Indonesia (DI) masuk pasar komersial dengan penjualan kepada PT Mitra Aviasi Perkasa sebanyak empat unit. Pesawat tersebut dapat digunakan untuk penerbangan pulau-pulau terluar di Indonesia.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan penandatanganan kontrak jual beli pesawat N219 sebanyak empat unit milik PT DI kepada swasta menjadi bersejarah. Sebab, jual beli dilakukan kepada perusahaan swasta untuk penerbangan komersial.

"Selama ini kita dengar pembelian seluruh oleh negara dan oleh TNI. Tapi ini adalah yang pertama dan menurut saya ini sangat menjadi tonggak sejarah yang harus kita ingat karena ini berarti adanya kepercayaan pihak komersial kepada produk PT Dirgantara Indonesia," ucap dia sesuai acara penandatangan kontrak jual beli di Hanggar Aircraft Services, Selasa (5/5/2026).

Ia mengatakan pesawat N219 memiliki spesifikasi dan kekhasan yang dapat mengisi kebutuhan penerbangan di Indonesia khususnya di pulau terluar. Ia berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar karena memiliki kemampuan membuat industri penerbangan lebih baik.

"Jangan sampai kemampuan itu hilang hanya karena tidak bisa dipakai di pasar komersial," kata dia.

Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan mengatakan pesawat N219 diproduksi untuk penerbangan-penerbangan perintis di daerah. Ia menyebut pesawat dapat terbang dengan runway pendek kurang dari 1 kilometer atau maksimum 800 meter.

Selain itu, ia menyebut manuver pesawat memungkinkan mendarat atau take off di landasan dengan medan sulit. Sedangkan dari sisi operasional dan perawatan mengedepankan sisi kompetitif termasuk dukungan setelah penjualan.

Termasuk dua mesin pesawat sehingga aman melintasi lautan. Gita mengatakan N219 merupakan 100 persen produksi anak bangsa.

Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pesawat N219 yang mencapai 44,96 persen, ia mengatakan akan menggerakkan industri kedirgantaraan Indonesia. Ia menyebut produksi pesawat N219 membutuhkan waktu 24 bulan setelah itu tiga bulan sekali pesawat akan dikirimkan.

"Di pertengahan tahun 2027 kita sudah siap delivery untuk di sisi komersial," kata dia. Ia menambahkan sebelumnya sudah menjalin kontrak dengan TNI dan akhir 2026 akan segera dikirimkan pesawat N219.

Sementara itu, CEO PT Mitra Aviasi Perkasa Septo Sudiro mengatakan pihaknya akan menggunakan empat pesawat N219 untuk dioperasikan di daerah pulau-pulau. Selanjutnya pihaknya akan mengecek kebutuhan yang diperlukan lainnya.

"Bagaimana kita mulai dulu dengan 4, kita akan operasikan di daerah-daerah yang memang memerlukannya, lalu selanjutnya akan tergantung dari kebutuhannya nanti," kata dia.

Source: https://rejabar.republika.co.id/berita/telvbo282/pesawat-pt-di-n219-masuk-pasar-komersial-part2

06 Mei 2026
Pesawat N-219 PTDI Tembus Pasar Komersial, 4 Unit Terjual

06 Mei 2026
PTDI Teken Kontrak Pengadaan 4 Pesawat N219 untuk Angkutan Kargo di Wilayah Perintis

06 Mei 2026
Pesawat PT DI N219 Masuk Pasar Komersial

06 Mei 2026
N219, Pesawat PTDI yang Bisa "Disulap" Sesuai Kebutuhan dan Misi

06 Mei 2026
Sejarah N219, Didesain Jadi Pesawat Ringan Penjangkau Wilayah Terpencil

05 Mei 2026
PTDI Tandatangani Kontrak Empat Unit Pesawat N219 untuk Angkut Kargo di Wilayah Perintis

Pencarian Berita