29 October 2026

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau PTDI, Pantau Produksi CN235 hingga Modernisasi Pesawat Militer

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau PTDI, Pantau Produksi CN235 hingga Modernisasi Pesawat Militer

Bandung, www.pasjabar.com – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau perkembangan sejumlah program alat utama sistem senjata (alutsista) di PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, Bandung, Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini mencakup produksi pesawat, peningkatan sistem misi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat militer.

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan dan Teknologi Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Gabriel Lema, serta Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Sri Yanto.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan bersama jajaran direksi dan manajemen menyambut rombongan di Hanggar Final Assembly Line (FAL) Fixed Wing PTDI, Bandung.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memantau pelaksanaan program pertahanan yang melibatkan industri kedirgantaraan nasional. PTDI saat ini mengerjakan sejumlah proyek untuk memenuhi kebutuhan pesawat militer dalam negeri sekaligus mendukung layanan modernisasi pesawat milik negara lain.

Menhan Tinjau Upgrade Sistem Misi CN235 TNI AL

Sjafrie mengawali peninjauan dengan melihat pekerjaan peningkatan sistem misi atau upgrade mission system pada pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI Angkatan Laut (AL).

Program tersebut berkaitan dengan peningkatan kemampuan sistem misi pesawat patroli maritim. Pesawat jenis ini mendukung kebutuhan pengawasan wilayah laut sesuai dengan konfigurasi dan sistem yang digunakan.

Setelah meninjau pekerjaan tersebut, rombongan melihat proses produksi pesawat CN235-220 Military Transport dengan nomor seri N71. PTDI mengerjakan pesawat angkut militer ini untuk TNI AL dan menargetkan penyelesaiannya pada awal 2027.

Produksi pesawat tersebut menjadi salah satu program yang dipantau langsung oleh Kementerian Pertahanan. Penyelesaian sesuai jadwal akan menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan alutsista bagi pengguna di lingkungan TNI.

PTDI Kerjakan Modernisasi C-130 dan Perawatan NC212-200

Agenda kunjungan berlanjut ke program modernisasi pesawat C-130 milik TNI Angkatan Udara (AU). Rombongan juga meninjau pekerjaan rekondisi struktur serta pemeliharaan dan perawatan terhadap dua unit pesawat NC212-200 milik TNI AL.

Pekerjaan rekondisi dan perawatan tersebut bertujuan mendukung kesiapan pesawat sesuai kebutuhan operasional pengguna. Sementara itu, program modernisasi menjadi bagian dari upaya mempertahankan kemampuan armada melalui peningkatan dan perbaikan sistem pesawat.

Kegiatan ini memperlihatkan cakupan pekerjaan PTDI yang tidak hanya berfokus pada produksi pesawat baru. Perusahaan juga menangani berbagai kebutuhan pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan kemampuan pesawat yang telah beroperasi.

Melalui program-program tersebut, PTDI menjalankan peran sebagai industri kedirgantaraan nasional yang mendukung kebutuhan pertahanan Indonesia.

Tiga CN235 Milik Uni Emirat Arab Jalani SLEP

Selain mengerjakan pesawat untuk TNI, PTDI juga menangani program peningkatan usia pakai dan kemampuan avionik untuk tiga unit CN235-100 milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab atau UAE Air Force.

Program tersebut mencakup Service Life Extension Program (SLEP) dan avionics upgrade. PTDI menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada akhir 2027.

SLEP bertujuan memperpanjang usia pakai pesawat melalui pekerjaan teknis yang diperlukan. Adapun avionics upgrade mencakup peningkatan sistem avionik yang mendukung fungsi penerbangan dan pengoperasian pesawat.

Program ini menunjukkan keterlibatan PTDI dalam layanan modernisasi pesawat bagi pengguna internasional. Pekerjaan tersebut juga menuntut kemampuan teknis untuk menangani struktur dan sistem pesawat sesuai kebutuhan masing-masing operator.

Rangkaian peninjauan Sjafrie dan rombongan kemudian berakhir di Hanggar FAL N219 milik PTDI.

Perkuat Peran Industri Kedirgantaraan Nasional

Kunjungan kerja Menhan ke PTDI menegaskan perhatian pemerintah terhadap perkembangan program alutsista yang melibatkan industri dalam negeri.

Melalui produksi pesawat, modernisasi, peningkatan sistem misi, serta pemeliharaan dan perawatan, PTDI mendukung pemenuhan kebutuhan pesawat militer bagi Indonesia.

Program yang berjalan juga memperlihatkan ruang kontribusi industri nasional dalam memberikan layanan teknis untuk pesawat milik negara lain. Salah satunya melalui pekerjaan SLEP dan peningkatan avionik pada pesawat CN235-100 milik Uni Emirat Arab.

PTDI menyatakan berbagai pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapabilitas produksi dan layanan kedirgantaraan nasional. Upaya itu diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista sekaligus mendorong kemandirian pertahanan Indonesia. (Jbe)endorong kemandirian pertahanan Indonesia. (Jbe)

Source : https://pasjabar.com/2026/10/27/menhan-sjafrie-sjamsoeddin-tinjau-ptdi-pantau-produksi-cn235-hingga-modernisasi-pesawat-militer/

Search News