January 15th, 2026
Tiba di Biak, Pesawat CN235 Resmi Perkuat Skadron Udara 27
BIAK – Pesawat CN235 resmi memperkuat Skadron Udara 27 setelah tiba di Hanggar Alpha Skadron Udara 27, Lanud Manuhua, Biak Numfor, Papua, Minggu (11/1/2026). Kedatangan pesawat disambut Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D. Pesawat CN235 tersebut merupakan hasil restorasi dan rekondisi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang telah melalui proses perawatan menyeluruh, meliputi sistem, komponen, serta struktur pesawat, sehingga siap dioperasionalkan kembali untuk mendukung tugas-tugas Skadron Udara 27.
Dalam sambutannya, Pangkodau III menyampaikan apresiasi kepada PTDI atas keberhasilan merekondisi pesawat CN-235 tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada Komandan Wing Udara 9 dan Komandan Skadron Udara 27 atas kinerja serta upaya dalam mendukung proses rekondisi pesawat.
“Tambahan alutsista ke dalam jajaran Skadron udara 27 merupakan upaya yang krusial dalam proyeksi kekuatan udara ke garis depan di tanah Papua. Sehingga, ini merupakan hal vital vang harus kita pertahankan serviceability-nya dan yang harus kita pertahankan kemampuan para teknisinya dan mari kita pertahankan kemampuan para penerbangnya,” ujar Pangkodau III dalam tni-au.mil.id.
Lebih jauh, Pangkodau III berharap agar ke depan proses pemeliharaan dan perawatan pesawat dapat dilaksanakan secara mandiri oleh Skadron Udara 27. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapoksahli Kodau III Marsma TNI Trinanda Hasan Febrianto, Komandan Wing Udara 9, Komandan Skadron Udara 27, para pejabat Kodau III dan Lanud Manuhua Biak, serta seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Skadron Udara 27.
Sebelumnya, PT Dirgantara Indonesia menyerahterimakan pesawat CN235-100M milik Skadron 27 TNI AU yang rampung dilakukan restorasi di fasilitas yang dimiliki. Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia Dena Hendriana mengatakan, program restorasi pesawat A-2305 ini meliputi pekerjaan basic inspection (3C-check), perpanjangan usia struktur pesawat, pembaruan sistem avionik, rewiring, pengecatan ulang eksterior, hingga refurbishment interior.
Menurut Dena, strategi yang digunakan dalam program rstorasi itu melakukan mid-life upgrade pada sistem avionik dan kelistrikan, dengan tetap mempertahankan struktur dan sistem utama yang masih layak. Fokus strategi tersebut mencakup konversi digital cockpit baru, pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru, peningkatan situational awareness, serta interoperabilitas dengan sistem komunikasi militer.
“Program restorasi ini merupakan pekerjaan perawatan dan struktur pesawat berkompleksitas tinggi, dengan fokus utama pada peningkatan aspek keselamatan penerbangan dan keandalan pesawat sebelum kembali dioperasikan TNI AU,” kata Dena pada Jumat 9 Januari 2026 seperti dikutip dari website resminya, indonesian-aerospace.com.
Dia menuturkan, program restorasi CN235-100M itu merupakan wujud komitmen PT Dirgantara Indonesia dalam mendukung kesiapan operasional alutsista nasional. “Melalui pendekatan mid-life upgrade, PT Dirgantara Indonesia tidak hanya mengaktifkan kembali pesawat yang sebelumnya berstatus Unserviceable, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, keandalan, serta kompatibilitas sistem pesawat dengan kebutuhan operasi TNI AU saat ini,” tutur Dena.
Program restorasi pesawat A-2305 itu diarahkan untuk mengaktifkan kembali pesawat sebagai platform angkut taktis yang relevan dengan kebutuhan operasi TNI AU dan kompatibel dengan sistem pertahanan udara modern.
Selain mendukung misi operasi militer, pesawat ini juga diharapkan dapat berperan dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, sejalan dengan setiap kebutuhan nasional. Dalam rangkaian penyelesaian program restorasi, pesawat ini telah memperoleh Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026 dan customer acceptance pada 8 Januari 2026.
Sedangkan, Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU (Dankoharmatau) Marsda TNI Suryanto bersyukur program restorasi pesawat CN235-100M A-2305 yang telah berhasil diselesaikan dan kini siap kembali memperkuat kesiapan operasional TNI AU.
“Mengingat kesiapan alutsista Skadron Udara 27 masih sangat terbatas, sehingga selesainya restorasi pesawat ini diharapkan dapat segera memperkuat jajaran Grup Angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua,” ujar Suryanto.
Lebih lanjut, selain mendukung misi operasi militer, pesawat CN-235 ini juga diharapkan dapat berperan dalam operasi bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana sesuai kebutuhan nasional. (Dwi Sasongko)
Source: https://www.isds.co.id/2026/01/18/tiba-di-biak-pesawat-cn-235-resmi-perkuat-skadron-udara-27/